GREEN HEADLINE :

Aceh Dikepung Banjir, Tiga KabupatenTerendam

Wednesday, December 14, 2011

Tiga Gampong di Pijay Tergenang
MEUREUDU - Hujan deras yang terjadi Senin (12/12) malam mengakibatkan terjadinya banjir luapan di Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya. Sehingga tiga desa di kecamatan itu tergenang, yakni Desa Dee, Teumanah, dan Desa Tampui. Selain itu banjir juga merendam ratusan hektare lahan sawah milik penduduk.

“Dalam bencana banjir luapan tersebut itidak ada korban jiwa namun, satu unit sepeda motor jenis Shogun milik Zulkarnain warga Gampong Tampui  terseret arus,”sebut Mumfizar Zakaria, anggota DPRK Pijay kepada Serambi Selasa (13/12).

Luapan air dari saluran irirgasi Tampui tersebut terjadi sejak pukul 21.00 WIB dan mengenangi rumah warga setinggi 50 centemeter hingga 1 meter. Parahnya, lanjut anggota DPRK Pijay tersebut, banjir juga mengakibatkan 500 rumah dan 200 ha lebih areal perawahan warga tergenang sehingga benih padi yang telah disemai turut diseret arus.

Selain itu, jembatan penyeberangan di Panton Langgeh Gampong Tampui patah setelah diseret arus banjir. Tapi, katanya sekitar pukul 04.00 WIB air telah surut setelah salah satu pintu air dibuka.

Camat Trienggadeng, Drs Mrzuki didampingi Kapolsek,Ipda Jafar Hasbi dan Danramil Tringgadeng Kapten Inf Zulkifli AK kepada Serambi mengatakan, akibat banjir itu mengakibatkan sejumlah fasilitas publik rusak dihantam banjir. Disebutkan Camat Marzuki, lima insfrastruktur yang rusak itu yaitu, tanggul irigasi Lueng Tanjong Tumanah sepanjng 50 meter, Waduk Blang Geulumpang jebol sepanjang 60 meter, jembatan Panton Langgeh roboh, badan jalan Blang Thoe Tumannah rusak sepanjang 50 meter, satu unit sepeda motor jenis shogun milik Zulkarnain warga Panton Beurasa diseret arus dan belum ditemukan.

Selain itu di Kecamatan Meurahdua, Ulim dan Meureudu. Di Ulim, sekitar 300 rumah yang tersebar di beberapa desa dalam Kemukiman Ulim Baroh dan sekitarnya digenangi air hujan serta akibat meluapnya air Kreung Ulim. Sepanjang kurang lebih 100 meter badan jalan kabupaten juga ikut terendam dengan ketinggian rata-rata setengah meter. Begitu halnya di Meurahdua. Pemukiman yang digenangi air hujan antara lain, Beuringen, Pante Beureune, Dayah Kruet, Blang Cut dan Meunasah Jurong.

Sementara itu di Pidie akibat meluapnya Krueng Reubee  mengakibatkan empat desa terendam. Penyebab meluapnya air sungai tersebut karena tersangkutnya batang kayu di bawah jembatan Desa Cut, Kemukiman Reubee itu. Sehingga air sungai yang begitu deras tidak bisa mengalir kehilir dengan lancar. Akibatnya, sekitar tiga meter abotmen jembatan Desa Cut kini telah amblas akibat dihantam air sungai.

Imum Mukim Reubei, Budiman Abdullah mengatakan, Selasa (13/12) mengatakan, keempat desa yang terkurung banjir tersebut adalah Desa Cut, Desa Raya, Desa Tunong dan Desa Daboh. Rumah warga di empat desa tersebut berjumlah sekitar 500 unit itu ikut terendam air.(c43/ag/naz)
====
Banjir Rendam TK Blang Reulieng
LHOKSUKON - Gedung Taman Kanak-kanak (TK) Tengku Jambo Aji Desa Blang Reulieng, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Selasa (13/12) terendam banjir. Akibatnya, murid sekolah itu terpaksa diliburkan. Selain itu, banjir juga merendam Desa Glee Dagang, Paya Rabo, dan  Lhok Meurbo, Kecamatan Sawang, dan Desa Mane Tunong, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara.

Mukhlis A Wabah (39) warga Desa Glee Dagang, kepada Serambi, kemarin menyebutkan, banjir itu disebabkan meluapnya Krueng Sawang. Menurutnya, air dengan ketinggian satu meter itu mulai merendam  pemukiman warga sekitar pukul 06.00 WIB kemarin. Ia berharap Pemkab Aceh Utara membangun tanggul sungai di kawasan itu. Sehingga desa-desa di daerah itu akan bebas banjir.

Sekitar pukul 11.00 WIB, Tim SAR Aceh Utara mengunjungi lokasi banjir yang kemudia membantu masyarakat mengangkat barang-barang ke kawasan yang lebih tinggi. Namun, sampai kini belum ada warga yang mengungsi akibat banjir tersebut.

Hal yang sama juga terjadi di Kecamatan Pandrah, Simpang Mamplam, dan Jeunieb, Kabupaten Bireuen. Sejumlah desa di tiga kecamatan tersebut, Selasa (13/12) terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur kabupaten itu dan sekitarnya pada Senin (12/12) malam hingga Selasa (13/12) dini hari.(c46/c38) 
===
Banjir Terjang Bintang 
TAKENGON - Banjir menerjang Kampung Kuala I Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah setelah hujan deras mengguyur kawasan dataran tinggi itu pada Senin (12/12) malam. Dua sekolah, SD Negeri 1 Bintang dan SMP Negeri 9 Takengon terpaksa diliburkan, kemarin karena ruang belajar terendam banjir, walau para pelajar tetap datang ke sekolah.

Banjir juga menggenangi Kantor Camat Bintang, bangunan SD Negeri 1 Bintang dan sejumlah kantor pemerintah lain, termasuk puluhan hektar areal persawahan milik warga. Kepala SDN Negeri 1 Bintang, Iradat Gunawan SPd, Selasa (13/12) mengtakan, banjir itu yang datang secara tiba-tiba telah merendam perkampungan Kampung Kuala I, Kecamatan Bintang.

Dia mengungkapkan banjir menghantam perkampungan pada malam hari, Senin (12/12) sekitar pukul 22.14 WIB saat sebagian warga sedang tertidur, tetapi tidak ada korban jiwa, kecuali harta benda. Banjir itu bercampur pasir, bebatuan dan kayu, tetapi tidak merusak rumah warga, tetapi pagar SMP Negeri 9, sebelah SDN 1 Bintang jebol diterjang banjir.

Iradat Gunawa mengatakan terjangan banjir sangat cepat, sehingga warga tidak dapat menyelamatkan barang-barang miliknya. Dia mencontohkan,  kantin sekolah yang dihuni satu keluarga tidak sempat menyelamatkan barang rumah tangga seperti tape recorder, TV, VCD, kompor gas dan baju serta beras dua kurang yang diletakkan dibawah ranjang.

“Murid-murid SD Negeri 1 Bintang terpaksa diliburkan, karena ruangan guru dan kepala sekolah terendam banjir,” ujar Iradat. Sedangkan Sekretaris Desa (Sekdes) Kampung Kuala I, Arman mengatakan, banjir bandang itu berasal dari alur Gunung Bur Nangkip yang tidak jauh dari perkampungan yang terus terjadi setiap tahun, khususnya saat musim hujan.

Dia menyebutkan lumpur bersama timbunan material bebatuan kali ini menimbun sejumlah perkantoran pemerintah dan sawah milik puluhan warga kampung. Yakni Budiman Genali Aman Nadwah, Inen Kenawat, Gamu Aman Nasrun, Hasbullah Aman Tia, Safwan AB Aman Ranto, Sarmadi Aman Irham, Rohana Inen Arwani, Sukiman Aman Genali, Agustaman Aman Rami, Jalpina Aman Nasti, M Saleh Aman Aliman, Daryani Inen Fitri dan Hasanuddin Aman. “Sebagian sawah yang terendam banjir itu tidak dapat digarap lagi oleh warga, karena telah tertimbun batu-batu kerikil,” ujar Arman.(min)  
Artikel Lainnya
Share this Article on :

0 comments:

Post a Comment

 

© Copyright Aceh Green Community 2010 -2011 | Design by | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.